Terlalu lelah mengejarmu dan hanya harapan yang aku pegang.
Harapan seperti pasir yang kemudian perlahan jatuh hingga tak ada harapan yang aku pegang lagi. semua hilang hingga menyayat tanganku.
aku lelah Bintang.
kau hanya berlari dan terus berlari tanpa menengok dan memperhatikanku.
peluhku habis mengguyur seluruh raut wajahku seperti banjir menghabisi seluruh pemukiman sekitarnya.
yah, aku mulai berjalan perlahan dan mulai mengatur nafasku, ah namun tak mampu lagi teratur dengan rapi.
aku terengah-engah dan mulai berhenti kemudian berjalan lagi, bahkan aku tak mampu melihatmu yang begitu jauh. jauh sekali hingga burung tak mampu mengejar jika aku terbang bersamanya.
pupus sudah..
bukan karena aku lelah mengejarmu, tidak !
hanya saja aku merasa kau tak ingin aku berlari disampingmu. iya bukan?
sekrang harus aku terbangun dari begitu banyak mimpi yang kau beri dan tak mampu aku genggam layaknya menggenggam batu rapuh.
yah, ini mungkin benar-benar pupus.
maaf jika tak mampu memupuk perasaan ini menjadi sangat subur ..
bukan aku tak mau, karna ini memang salahku mengejarmu dengan kekuatan yang tak seberapa dibandingkan denganmu.
larilah, lari hingga perasaanku bukan sekedar pupus namun hilang selamanya dan jika kau kembali aku hanya akan tersenyum dan berpaling darimu.
yah, akan pupus. dan akan aku cari Bintang lain, Bintang yang tak lari sangat kencang hingga tak mampu aku kejar, iya bukan?
ini akhirnya, TERIMA KASIH BINTANG KU :*
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar