Senin berulang lagi, selasa berulang lagi, dan semua berulang lagi. Minggu pertama mengulang lagi, minggu kedua mengulang lagi, dan semua mengulang lagi.
Ini yang aku rasakan setiap kali hari berulang, minggu berulang dan bulan berulang.
Aku hanya sinar. Sinar yang melengkapi adanya Bintang dan akan redup pula, namun Bintang tetap ada walaupun bintang tak memiliki sinar.
Aku hanya sinar. Sinar yang menemani bukan sinar yang dibutuhkan. terkadang ketika melihat status-status bintang aku hanya mampu lebih bersinar lagi seakan meledak agar sinarku tumpar kemana-mana terlebih lagi mampu menyelimuti bintang dan membuat bintang seterang mungkin hingga kedalam sukma nya.
Dan Aku hanya sekedar sinar. sinar kecil , tak reddup, tak juga terang. tak berkilau tak juga blink-blink. tak terpancar panjang, tak juga terpancar pendek. semua hanya sedang-sedang saja.
tak ada sinar, bintang itu tetap akan ada. dan sadar, bahwa bintang itu menghasilkan sinarnya sendiri.
Yah, aku hanya sinar, dan kau adalah bintang. aku sangat membutuhkanmu dan kamu tidak terlalu membutuhkanku.
sekedar sinar kecil, yang kalah dengan sinar-sinar lainnya. dan lagi-lagi aku hanya sinar.
namun entah mengapa, sinar ini adalah aku. dan aku hanya ingin menyinarimu bahkan walaupun aku tau bagaimana sebenarnya hatimu yang tidak membutuhkan sinarku.
hah, ini benar-benar sulit, entah kau ada ataupun tiada, entah kau tahu atau tak tahu dan entah kau nyaman atau tidak nyaman. perasaan ini tetap saja nama nya tidak dapat aku sebutkan dengan satu kata.
Cinta? tidak begitu juga, bisa lebih. tapi lebih dari cinta itu yang entah apa namanya dan sampai saat ini itu menjadikan ku sinar yang semakin kuat dan akan semakin terang hingga mampu menutup ruang gelap dimasa kelam mu dulu dan menjadi terang dengan masa indah.
kau bahgia, tak aku harap karena sinarku tak aku harap karna aku selalu ada.namun aku harap, kau bahagia karna memang kamu layak bahagia bintangku, dan aku hanya sinar mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar