Sepanjang perjalanan aku hanya menggandeng tangannya sebelum memulai pembicaraan. sepertinya aku terpintas bahan obrolan yang seru. kemudian aku menekan erat genggaman tanganku dan ia terhenti. "Kenapa ? Ada yang ingin kamu bicarakan?" sambil membalikkan badannya. aku tersenyum lugu , ahh ketahuan lagi. memang ia paling hafal bagaimana gelagatku kalau seperti ini.
"Bintang, nanti kita seperti apa ya?" dengan tersenyum. Ekspresi anehnya tiba-tiba muncul. "seperti apa maksudnya sinarku?" sahutnya. "Aah kamu ini. maksudnya, kita nanti bakalan kayak gimana ? apa bakalan kayak Icha sama Akkanya yang romantis banget sampe sekarang mereka lengket minta ampun, bahkan konflik kayak apapun bisa mereka lakuin, oh ya tau gak sih, Akkanya icha itu so sweet loh, sering ngasi icha surat, bahkan sering banget kirim-kiriman pesan, gak kayak kita, sms cuman setahun sekali mungkin, heheh. ah, kayak Yuni sama kak salwan yang saling mengerti dan udah dewasa banget, kemana-mana pasti berdua, mereka cocok banget deh pokoknya. atau kita bakalan kayak mika sama haruko? yang bakalan selalu deket tapi akhirnya pisah begitu aja. atau kita bakalan tetep jadi kita gak akan jadi kamu atau aku. atau aku adalah salah satu bagian dari dirimu, atau kamu adalah salah satu anggota tubuhku bahkan kalau bisa, aku dan kamu adalah kita yang satu namun terbagi menjadi dua, ." jelasku.
Lagi-lagi ia tertawa dengan ekspresi yang aneh. "Entah sekeras apapun aku menghindar dari kamu, entah bagaimanapun usahaku mencari selain kamu, entah seindah apapun kenanganku sebelum bersama kamu, ataupun entah sebahagia apapun aku dikehidupan dahulu, aku tetap saja akan memilih saat ini, hidup yang ini, bahagia seperti ini, dan kenangan seperti ini. Bersamamu, bahkan perasaanku tak gundah sedikitpun." tiba-tiba aku tercengang dengan jawabannya.
"Aku baru tau, aku baru sadar, bahkan aku baru memaknai yang selama ini tidak pernah aku tau, tidak pernah aku sadari, dan tidak pernah aku maknai. Aku merasa hampa karena kadang kamu jarang ada. Aku merasa bahagia karna kamu tersenyum. aku mengerti saat aku bahagia karnamu saat aku tertawa karnamu dan saat aku sedih saat aku menangis itu juga karnamu. Yang membuat aku tertawa, adalah yang membuat aku menangis dan itu kamu" tak mau kalah.
seperti biasa ia mengelus rambutku dengan manja dan tersenyum. entah kapan senyuman itu akan pudar dan menjadi kesedihan karena ku. "yang kamu bilang benar, tapi ingat ujianmu sebentar lagi jadi lulus dengan nilai yang baik ya, " katanya.
kemudian jawabku, "hehehe, pasti kok. aku bakalan lulus dengan nilai yang baik, tapi kamu janji ngajakin jalan-jalan ya?" kemudian ia mengangguk ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar