“Yah, aku pernah
berada diposisi shin hae sung. Tidak ada yang mampu aku lakukan selain belajar.
Aku tidak mampu bernyanyi, tidak mampu menggerakkan tubuhku dengan baik bahkan lebih
halusnya menari. Sedangkan orang lain
mampu melakukannya. Sama seperti shin hae sung berusaha keras melakukan apapun
yang orang lain lakukan sehingga tidak dipandang rendah. Bahkan jika stress ia
hanya mengerjakan soal matematika yang jin yoo jin anggap sangat sulit. Iyah,
sama seperti ku, begitulah caraku juga dan begitulah yang aku alami juga.” Kataku
dengan menyandarkan kepalaku dibahu
Bintang.
“Orang menganggapnya rendah, bahkan tidak percaya pada
bakatnya yang sesungguhnya terpendam. Shin hae sung juga dipandang rendah
karena dianggap berpura-pura sedih agar dikasihani oleh orang lain dan merayu
laki-laki. Sama seperti yang aku alami. Entah bagaimana cara orang lain
memandang, setiap hal yang aku lakukan apa harus dipikirkan hanya untuk merayu
laki-laki? Sebenarnya bukan itu yang aku dan shin hae sung lakukan.
“Ri An yang mungkin sebenarnya iri dengan shin hae sung dan
selalu berusaha menjatuhkannya, aku rasa saat ini itu memang terjadi dalam
hidupku, ada yang ingin menjatuhkanku setiap saat itu berarti ia sedang merasa
iri dan takut tersaingi olehku. Tapi yang aku dan shin hae sung lakukan hanya
terus berusaha memikirkan hari esok, entah hal itu menyakitkan atau tidak aku atau kami tidak pernah
menyerah.
Mereka terlahir dengan bakat yang tidak aku miliki. Sama
seperti kisah kura-kura dan kelinci, sebagian dari mereka adalah kelinci dan
aku adalah kura-kura. Yah begitulah kata shin hae sung. Namun tidak perduli
orang lain itu menjadi kelinci yang hebat, setidaknya aku mampu menjadi seekor
kura-kura yang memiliki cangkang yang keras, jadi walaupun hujan badai sedang
berlalu aku tetap saja berjalan mengejar kelinci tanpa henti.
Aku rasa hal ini sudah cukup dan sangat memuaskan untukku,
tidak perlu iri atau pun dengki dengan orang lain. Karna tidak semua orang
memiliki keahlian yang sama. Iya kan bintang? Ada yang mampu menari ada yang
mampu bernyanyi ada yang mampu acting , dan banyak hal. Lalu untuk apa berkesal
diri? Aku bahkan sangat menyukai sikap tokoh shin hae sung.
Katanya, tidak salah jika kita memiliki impian. Bukan hanya
orang berbakat saja yang mampu bermimpi. Jika kita memejamkan mata, maka akan
bermimpi. Entah impian itu akan besar dan sulit ataupun impian itu sangat
diragukan. Seperti membawa paying kecil diderasnya hujan. Jadi, tidak salah
bukan jika aku bermimpi menjadi seorang jurnalis? Iya kan bintang?.
Bahkan itu semua dapat dilakukan bukan hanya berdasarkan
bakat. Kamu mengerti kan Bintang ? bahkan saat aku bertemu denganmu, saat aku
bersamamu itu seperti mimpi. Aku bermimpi tidak akan bermimpi lagi. Kamu tau
Bintang yang paling terang? Itu kamu yang menerangi hati dan kehidupanku yang
gelap ini. Kamu menyala saat begitu gelap. Iya, kamu Bintang bahkan yang paling
besar didunia.”
“tapi sekarang ini bukan mimpi”. Sahutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar