Senin, 28 Oktober 2013

Ep. 15 Keajaiban



“Bintang, apa kamu percaya dengan keajaiban?” tanyaku membuka pembicaraan sebelum Ia mengatakan apapun. “aku percaya, tapi aku belum tau apa aku pernah mendapatkan keajaiban atau tidak. Kenapa? Mengapa tiba-tiba topic kita mengara kesana? “ Tanya nya kembali.
Aku hanya menggenggam erat tangannya dan mengayunkannya kedepan dan kebelakang. Mungkin ia penasaran, ia hanya berjalan tanpa suara dan kata apapun. Kemudian kataku lagi, “Bintang, saat kita hidup ada yang namanya keajaiban. Dimana seseorang akan bersyukur bahkan mengingat kebesaran Tuhan jika mendapatkan keajaiban. Saat itu seseorang tak mampu melakukan sesuatu, dan merasa putus asa namun seketika , seseorang tersebut mampu melakukannya bahkan hingga berhaasil dan membawakan kebahagiaan. Misalnya seperti seseorang yang sedang terkena penyakit keras, mampu bertahan dengan kondisi yang layaknya tak mampu dipertahankan padahal tak lama lagi hidupnya akan berakhir. Bahkan dokterpun telah memvonis bahwa hidupnya tak akan lama. Akan tetapi dengan keajaiban, seorang itu sembuh dan seluruh penyakitnya hilang.”
Dia hanya memasang raut wajah aneh dan menganggukkan kepaalanya tanda bahwa ia mengerti akan apa yang aku jelaskan. “Mungkin keajaiban adalah bunyi lonceng yang dibunyikan oleh banyak keinginan, banyak harapan, banyak doa dan banyak orang yang memiliki keinginan, memiliki harapan, memiliki doa tersebut. Mungkin juga lonceng keajaiban itu akan berbunyi tidak hanya dengan keinginan, harapan maupun doa tapi juga dengan usaha pula. Namun bintang, apa usahanya harus sesulit ini?” kataku lagi. Kemudian ia menjelaskan sedikit, “kamu gadis seperti apa sebenarnya? Mengapa banyak sekali yang kau pikirkan? Tak bisakah hanya hari esok saja yang kau pikirkan? Saat ini kau pikirkan esok, saat esok kau pikirkan esoknya lagi. Lalu mengapa harus berpikir dan memikirkan banyak hal seperti itu? Entah bagaimana pikiranmu, seperti yang pernah kau katakana padaku, aku memang tidak pernah mengerti jalan pikiranmu”. Ekspresinya sangat aneh dan membuatku geli kemudian aku tertawa. Ahaha.. ia hanya mencubitku dan merangkulku. Hah, ini lah kami, pacaran juga tidak tapi dilihat seperti pacaran, tapi aku nyaman seperti ini,.
Kataku lagi, “Tapi Bintang, jika aku mendapatkan keajaiban, akan kah seperti ini, pertama ibuku akan berubah menjadi seorang ibu yang sangat baik, ia menjadi temanku, menjadi sahabatku bahkan melindungiku, tidak memarahiku bahkan tidak menyakiti hatiku sehingga aku bisa mempercayainya. Kemudian ayahku, ia akan menjadi ayah yang bijaksana bahkan penyayang. Tidak lagi menyusuri jalan desa tidak menggunakan alas kaki sambil membawa botol air mencari air minum ditengah panasnya hari dengan kondisi desa yang sedikit penghuninya ditambah dengan warga desanya yang tidak ramah. Bahkan ia mampu mendapatkan pekerjaan yang layak dan umurnya menjadi panjang, mereka berumur panjang. Agar mampu melihat aku memakai topi toga dengan kebaya cantik yang pas ditubuhku. Memegang ijazah dan menjadi peserta yang memiliki peringkat, naik ke podium wisuda bahkan mendapatkan beasiswa hingga S2 dengan nilai terbaik pula. Kemudian berakhir menjadi seorang yang ramah dan menebarkan senyum terhadap nasabah-nasabah walaupun hanya pegawai Bank desa sebagai teller. Kemudian aku mengenalkanmu Bintang kepada mereka dan seterusnya menjalani hidup yang begitu indah.” Hah, tarik nafasku karena terlalu panjang bercerita. Penjelasanku dan keinginanku terlalu panjang katanya, hehehe aku hanya tertawa tak tau apa lagi yang akan aku katakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar