Jumat, 18 Oktober 2013

Ep. 12 Entah Bagaimana Kau Memandang AKU !

Perasaanku terasa sangat janggal hari ini, ditambah melihat status facebooknya yang seakan sedang bersandiwara dengan orang lain, "kamu fikir kamu tu lebih baik darinya? :) prove it", iya itu statusnya yang entah apa artinya dan sedang mengalami apa ia. entah apa yang sebenarnya akan terjadi. Setelah beberapa hari yang lalu bersenang-senang dengan laki-laki itu aku merasa aneh bahkan sempat berfikiran yang tidak-tidak. iya, bisa dibilang aku ragu-ragu akan sikapnya yang mulai membaik. setelah begitu halus, menjadi sosok yang misterius dan memasang jebakkan hingga aku terjebak, kemudian mengaku sedang bermain-main lalu menjadi sangat baik bahkan membuatku menjadi sangat bahagia, wanita yang paling bahagia mungkin.
     saat ini aku duduk dipinggir senja, dan menundukkan kepalaku. entah bagaimana bisa ia tiba-tiba mengejutkan aku. "hey, sudah lama menunggu?" katanya dengan menepuk pundakku. aku hanya tersenyum dan tak berkata apapun, bagaimana bisa sosok seperti ini membuat aku menjadi manusia paling ragu mungkin. hah, hingga bernafas pun aku tak sanggup, sekarang permainan apa lagi yang sedang ia jalankan. hatiku mulai membengkak dan seakan meledak hingga berkeping-keping, mengembang mengempis dan aku menarik nafas panjang. kemudian ia memandangku dengan heran, mungkin dalam benaknya mengapa aku hanya diam saja dan tak berkata apapun.
    "kamu sakit gadis kecilku?" katanya, dengan kata-kata yang baru kali ini muncul dan membuat aku terkejut kemudian mataku melotot seakan akan keluar. ia hanya senyum manis dan hatiku meluluh dan air mataku menggenang penuh yang akan tumpah hingga meronta-ronta. "kamu siapa sebenarnya? bagaimana kamu memandang aku? berapa banyak orang yang sama seperti aku?" kata-kata itu keluar dengan sendirinya dibarengi dengan satu tetesan air mataku mengalir. kemudian ia terkejut dan memperlihatkan muka pucat.

Dalam status itu ia saling komentar dengan seorang wanita bernama Tiara, entah siapa wanita itu, apa hubungannya dengan laki-laki ini, kemudian apa yang sedang mereka debadkan. semua itu hanya tanya dalam kepalaku yang mengiang-ngiang . "kenapa tak jawab aku? Tiara siapa? ada apa? bagaimana sebenarnya jalan cerita itu ? hah, bagaimana sebenarnya kamu memandang aku Bintang?" mukanya lebih pucat lagi dan menunduk.
"itu belum bisa aku jelaskan, tapi mengertilah aku saat ini. kamu, gadis kecilku bukan aku menyakitimu namun aku belajar memahamimu." katanya dengan ragu-ragu. namun air mataku terus mengalir dengan terisak-isak, aku menghapus air mataku kemudian air mata itu mengalir lagi, saat ini seperti tiang yang mulai rapuh dari kekokohannya. "terus saja seperti ini, lakukan semaumu, aku hanya mmpu melihat, selama tiang hatiku tak mampu kokoh lagi saat awal kamu menempati hatiku" kataku lagi hingga ia memperlihatkan wajah yang aneh. kemudian ia menghapus air mataku dan merangkulku dengan hangatnya dadanya masih dengan isakkan tangisku. baju bagian pundaknya basah karena tetesan air mataku yang membasahi. terasa detak jantungnya berdegup dengan kencang seperti seorang yang menderita penyakit jantung. nafasnya tidak teratur dan ngos-ngosan hingga lama kelamaan isakkan tangisku mulai mereda.
"berhentilah, satu tetes air matamu itu jatuh sama seperti menambah beribu-ribu dosaku, memang semua karena aku" katanya sambil mengelus-elus rambutku lembut. lalu perlahan aku berhenti menangis dan ia melepaskan rangkulannya, sedikit genit ia mencubit pipiku dan merapikan bandanaku yang menghiasi rambutku.
"entah bagaimana kau memandang aku Bintang, tapi tak bisakah aku hanya menjadi aku dan hanya mengisi ruang hatimu yang penuh dengan kisah yang tak aku tau? hingga siap, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Bintang." kataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar