Selasa, 22 Oktober 2013

Ep. 13 Adakah Seorang Seperti Kamu Bintang ?

aku mulai belajar untuk mengerti bagaimana jalan fikiranmu, tapi masih saja seperti aku berusaha menggenggam pasir yang hanya jatuh perlahan-lahan hingga pasir itu habis dari genggamanku. tapi aku berusaha lagi untuk menggenggamnya, tapi tetap saja akan jatuh dan terus jatuh. Kadang aku berfikir, adakah sosok lain seperti kamu Bintang? jika ada, aku harap tak sepenuhnya seperti kamu setidaknya pasir itu mampu aku genggam walaupun hanya sedikit saja dan hampir mampu dihitung dengan jari.
Siang itu aku menuju terminal Bus akan menuju suatu desa terpencil yang ada didaerahku ini. Bersamaan dengan aruh mudik, aku melakukan sebuah penelitian mengenai adat didesa tersebut. "kak , busnya penuh ini terpaksa kita harus sesek-sesekkan" kata devy adik tingkatku yang kebetulan satu kelompok denganku melakukan penelitian ini. Terpaksa kami harus sesak-sesakkan dengan ibu-ibu dari desa yang kembali pulang kedesanya sehabis menjenguk anak ataupun sanak mereka yang ada dikota.

Aku duduk menghadap kebelakang, membelakangi devy dan agak menyandarkan punggunggku ke punggungnya karena sedikit lelah.
Tiba-tiba hpku bergetar, aku kemudian memeriksa,
"yang semangat buat penelitiannya sinarku" bunyi pessan singkat itu.
Hah pesan dari Bintang, lalu aku memasukkan hpku dan memperbaiki tempat dudukku agar nyaman saat perjalanan. selama dua jam dengan kondisi jalan yang rusak parah dan naik bus, ini tidak pernah terbayang dalam hidupku akan mengalami hal seperti ini.
Tidak sengaja pandanganku mengarah kebangku pojok belakang. Seorang laki-laki yang membuat aku terkejut. Sekilas Ia mirip dengan Bintang. aku terus memandanginya namun ia tak sadar bahwa aku sedang memandanginya. wajahnya loyo dan sedikit mengantuk, mengarahkan pandangannya kearah kirinya yang terdapat jendela. sama seperti pemikiranku terhadap Bintang, entah apa yang sedang laki-laki ni pikirkan. Aapa yang Ia lihat sehingga pandangannya tidak mengalih sedikitpun, perasaanku sepanjang jalan hanya ada pemandangan yang tidak begitu menarik, hanya seng-seng berkarat, pemukiman yang berantakan, pohon tumbang dan banyak yang lainnya. Herannya ia tak juga menyadari bahwa sedang di perhatikan olehku.
Aku terus memandangnya dan memperhatikannya hingga tak mengedipkan kedua mataku. Tiba-tiba ia memalingkan wajahnya, dan memergoki bahwa aku sedang memperhatikannya. aku terkejut dan langsung mengalihkan penglihatanku.
dalam benakku, apa orang ini memiliki sifat yang sama dengan  Bintang? wajahnya sama bahkan cara memandang sesuatupun mirip. lalu aku mengambil hpku dan membalas pesan singkat dari Bintang.
"Bintang, apa ada seseorang yang mirip dengan kamu? ketikku. namun aku ragu dan menghapusnya kembali dan memasukkan hpku.
Sepanjang jalan, hingga tak terasa sudah sampai aku hanya terus memandanginya. kemudian fikiranku bercabang, adakah seorang seperti kamu Bintang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar