Kamis, 19 September 2013

Ep. 3 Senin, 1 Juli 2013

Semalam aku lagi-lagi memimpikan sosok laki-laki itu. Sudah 3 minggu aku sama sekali tak menemui sosoknya, entah karna aku yang terlalu berharap bertemu atau Ia yang tak datang untuk menemui senja.
pikiranku mulai bercabang, entah ini rindu atau hanya penasaranku. Tapi ini aku rasakan dari 3 minggu lalu.
seperti biasa, seminggu sekali aku selalu  menyempatkan diri untuk menemui senja sambil menunggu laki-laki itu. Entah kemana perginya 3 minggu terakhir. entah kemana batang hidungnya itu, tak terlihat sama sekali, tak muncul juga walau hanya bayangannya.. sungguh aku tak tau kemana dan dimana keberadaanya.
****
Sore ini aku pergi menemui senja..

senja, apa gundah ini akan berkelanjutan?
apa getar hati ini akan terus berkelanjutan juga?
senja, ternyata cinta itu menyenangkan tapi dalam susah..
dan juga cinta itu susah dalam kesenangan..
senja, tak mampukah kau mengundang perhatiannya?
hingga ia datang dan kembali duduk disampingku untuk memandangmu,.
senja,, ini permohonanku..
kumohon senjaaa..

Dalam hatiku memohon pada senja.
Hari ini senja terlihat sangat merah, entah ada apa di sore hari Minggu, 7 Juli 2013 ini.
entahlah, aku hanya melanjutkan goresan pensilku dikertas gambarku yang baru.
saat menarik nafas, seseorang duduk menyandar di punggungku, lalu berkata ,"sebentar aja, diam seperti ini".
tarikkan nafasnya yang tembus hingga punggungnya membuat aku merasakan bagaimana susahnya hari yang iya lalui. ada apakah dengan laki-laki ini?



apa yang terjadi senja?
apa ia sedang lelah?
aku tak mengenalnya begitu dalam, bahkan namanya saja aku tak tau,
tak tau nomor Hpnya, tak tau nama Facebooknya , tak tau twitternya bahkan aku tak tau dimana rumahnya dan dari mna asalnya laki-laki ini...
hah senja, apa ini hanya kalbu yang semakin menjadi abu-abu hingga aku tak dapat melihat kebenaran?
apa aku harus berhenti ditengah-tengah ini atau berjalan terus?
entahlah, aku bingung senja..

Lalu Ia membalikkan badannya dan duduk disampingku. aku hanya diam dan tak banyak bicara. sesekali aku melihatnya dan kembali memandang senja.
"bingung?", pertanyaannya mengagetkanku. aku hanya mengangguk menandakan bahwa iya aku memang sangat bingung, kenapa dan ada apa sebenarnya.
lalu ia hanya tersenyum dan menyenderkan kepalanya dipundakku dan lagi-lagi menarik nafas panjang.
"Minggu depan ulang tahunku, kamu tak ingin mengatakan sesuatu?", dengan senyum lucunya.
aku terkejut dan tak sepatah katapun keluar dari mulutku. kemudian aku menarik nafas panjang.
oh, ternyata ini sebabnya sikapnya seperti ini. tapi apa yang Ia jadikan masalah? ada apa dengan ulang tahunnya? aku masih tak mengerti sama sekali.
"Aku hanya takut, orang tuaku lupa mengucapkan selamat untukku" katanya lagi.
aku hanya mendengar yang ia katakan dan tak mengatakan apa-apa.
mungkinkah orang tua nya sibuk? atau bagaimana ? aku lagi-lagi tak tau tentang laki-laki ini.
"Tak bisakah aku meminjam senjamu untuk aku rayakan hari ulang tahunku?", tanya nya lagi dengan senyum manisnya.
aku hanya mengangguk dan tersenyum..Ia lalu mengangkat kepalanya dan memandang senja dengan mata berkaca-kaca,
menangislah, keluarkan setetes air matamu, jangan terlalu kau simpan hingga kamu tak mampu bernafas", batinku. Dan aku hanya memandangnya lalu berdiri,
"Aku duluan ya, jaga senjaku", kataku untuk meninggalkannya pulang.
seperti biasa, Ia selalu melambai, "See U Again", dan itu katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar