Kata-katamu itu masih mengiang di pikiranku. Entah apa yang harus aku lakukan agar mampu mengetahui yang sebenarnya, iya.. hal ini memberi kekuatan untuk keteguhan hatiku. Apa Ia sedang mengujiku? aku rasa tidak, tapi bisa saja.
Ah, mungkin harusnya aku bercerita pada senja. Aku mengganti bajuku dan iizin pada Ibuku untuk melihat senja, aku sendiri tidak yakin mungkin Ibuku tau bahwa aku sangat menyukai senja hingga setiap izin akan melihat senja selalu di izinkan.
Seperti biasa, aku membawa kertas gambarku. Senja hari ini lebih berbeda, terlihat lebih gelap. Apa akan turun hujan ? Semoga saja tidak.
Aku duduk dan memikirkan Bintang, entah apa yang telah terjadi. Benarkah aku hanya terjebak kedalam perangkapnya ? Lantas mengapa Ia memberi tahuku? Apa Ia sengaja? ah, aku sangat tidak mengerti senja, entah ini salahku atau bukan bahkan apa ini hanya jalanan takdirku dan lembaran kisahku.
****
kemudiann Tak sengaja aku tolehkan penglihatanku ke arah kiri, yang aku kejutkan . Benarkah yang aku lihat?
Iya,itu Bintang. Lalu wanita yang Ia gandeng siapa? Aku belum berfikir apapun, serasa pikiranku terpecah. Aku hanya memandang dari kejauhan, Bintang tak sadar kalau aku sedang memperhatikannya.
Ia tertawa, terlihat sangat bahagia dengan wanita itu. Entah apa yang terjadi, aku menjadi gugup dan hatiku terasa sakit namun entah dimana lukanya dan entah karna apa.
Ini yang namanya Cinta?
Tiba-tiba saja air mataku menetes , entah bagaimana bisa aku meneteskan air mata untuk hal ini bukankah ini memalukan Senja?
Iya, dia laki-laki pertama yang memberikan sakit ini mungkin hati ini tergores hingga terasa sangat perih sekali.Tapi laki-laki ini juga yang memberikan bahagia yang menyejukkan hati ini, entah bagaimana rasanya sampai aku tak mampu menjelaskannya.
Senja, mengapa cinta itu dekat dengan air mata? Bukankah harusnya cinta membuat bahagia bukan luka?
Jika cinta harus identik dengan air mata, mengapa banyak orang yang menginginkan cinta?
Bahkan banyak yang merindukan cinta, iya.. aku seakan tersesat senja karna iini bukan keahlianku aku buta akan cinta dn sekarang mataku terbuka lebar, ternya cinta itu tidak hanya bahagia tapi juga luka.
Bukankah alasanku benar selama ini tidak jatuh hati? Iya, karna aku takut jatuh dan menjadi terluka.
Namun seperti sekarang senja aku jatuh dan saat ini memang sangat terluka.
Mataku samar-samar melihat Bintang berjalan menjauh dengan wanita itu, masih dengan tawa diwajahnya. Terlintas aku berfikir akan memanggilnya tapi tidak, aku mengurungkan niatku, kubiarkan dan hanya memandangnya yang mulai menjauh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar