Minggu, 24 Maret 2013

Inikah Salahku?


Aku duduk kemudian aku bangun, kemudian aku memandang keatas langit, apakah diatas langit ada langit dimana semua oorang melihatku? Terkadang aku selalu berkata “iya” dan menyempatkan untuk senyum, tapi padahal dalam hati aku selalu ingin berontak dan berkata “tidak”. Apa ini salahku?
            Hingga seseorang harus terlewat begitu saja karena tak pernah aku mengerti. Hah, selama musim ini daun dari bunga itu terus saja berguguran dan terbang dengan sendirinya, bukan mau pohon itu untuk melepaskan daun-daunnya, namun sudah waktunya untuk berpisah. Mungkin daunnya akan lebih bahagia jika terbang terbawa angin dengan sendirinya, daripada hanya menempel diranting pohon dan hanya bisa terhembus angin tanpa bisa terbang bersama angin itu.
            Apa itu salah pohon juga karena tak mampu mempertahankan daunnya? Bagaimana jika itu semua kemauan pohon atau kemauan anginnya? Atau pohon memiliki alasan lain yang membiarkan angin menghembus daun dengan kencang sehingga mampu terlepas dari rantingnya…
            Namun pohon juga mempersiapkan ranting itu untuk calon daun baru yang mungkin nantinya akan terbang pula sama seperti daun sebelmnya, kkemudian akan tumbuh daun baru lagi hingga sebuah bunga akhirnya tumbuh dan mekar sangat begitu indah.
            Tidakkah semua akan berakhir indah? Berakhir dengan sesuatu yang seharusnya terjadi dan sama-sama merasakan kebahagiaan? Itu seharusnya, dan aku juga seharusnya seperti itu. Walaupun aku bukan pohon yang begitu tinggi dan berdaun banyak, namun aku sebagai pohon juga seharusnya menunggu agar suatu saat daunku akan menghasilkan bunga yang begitu indah dan terus berbunga hingga mengering dan jadi sangat anggun dilihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar