Melihatmu
berlari tanpa henti,tak mungkin untukku mengejarmu. Dan sekarang aku hanya
mampu diam dan melihatmu semakin lama hilang dari penglihatanku.
Aku
berteriak sekeras mungkin namun mungkin kamu tak mampu mendengar suaraku karena
kejauhanmu semakin lama semakin jauh.
Berhentilah
sejenak, tariklah nafas mu panjang-panjang dahulu hingga akhirnya kamu
memutuskan untuk berlari lagi untuk menjauhiku. Setidaknya, usap dahulu butiran
keringatmu yang ada di dahimu dan dialis matamu, dan pejamkan matamu untuk
menenangkanmu dahulu.
Aku tau, dan
mengapa aku menyuruhmu berhentilah sejenak saja .. jika ka uterus berlari maka
keringatmu dan nafasmu akan balapan dan kamu sendiri yang akan merasakan
sakitnya.
Maka,
berhentilah dahulu. Atur nafasmu dan kembalilah berlari sejauh yang kamu mau,
berlarilah sekencang-kencangnya dan pergilah kemanapun yang kamu akan pergi,
Aku disini
akan selalu memegang sapu tangan ini untuk mengelap keringatmuu .
Dan
kembalilah jika kamu tak mampu mengelap keringatmu yang begitu banyak..
Dan
berhentilah sejenak untuk berfikir apakah kamu yakin akan kembali lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar