Minggu, 24 Maret 2013

Berhenti Sejenak ...


Melihatmu berlari tanpa henti,tak mungkin untukku mengejarmu. Dan sekarang aku hanya mampu diam dan melihatmu semakin lama hilang dari penglihatanku.
Aku berteriak sekeras mungkin namun mungkin kamu tak mampu mendengar suaraku karena kejauhanmu semakin lama semakin jauh.
Berhentilah sejenak, tariklah nafas mu panjang-panjang dahulu hingga akhirnya kamu memutuskan untuk berlari lagi untuk menjauhiku. Setidaknya, usap dahulu butiran keringatmu yang ada di dahimu dan dialis matamu, dan pejamkan matamu untuk menenangkanmu dahulu.
Aku tau, dan mengapa aku menyuruhmu berhentilah sejenak saja .. jika ka uterus berlari maka keringatmu dan nafasmu akan balapan dan kamu sendiri yang akan merasakan sakitnya.
Maka, berhentilah dahulu. Atur nafasmu dan kembalilah berlari sejauh yang kamu mau, berlarilah sekencang-kencangnya dan pergilah kemanapun yang kamu akan pergi,
Aku disini akan selalu memegang sapu tangan ini untuk mengelap keringatmuu .
Dan kembalilah jika kamu tak mampu mengelap keringatmu yang begitu banyak..
Dan berhentilah sejenak untuk berfikir apakah kamu yakin akan kembali lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar