Pertengkaran
merupakan hal yang wajar dan sudah menjadi hukum alam dalam kehidupan. Semua
jenis makhluk hidup pasti merasakan dan mengalaminya. Pertengkaran ini
dijadikan sebagai sarana untuk mengungkapkan isi hati dan mengeluarkan emosi. Namun
banyak yang hancur karena pertengkaran tersebut, dan jarang bisa diselesaikan
dengan hasil yang akhirnya baik dan membahagiakan.
Pagi ini mungkin pagi yang kesekian
kalinya telinga ini mendengar hal yang tak pernah aku ingin dengar saat aku
lahir hingga sekarang ini. Mungkin efeknya aku begitu sedih dan tak pernah tau
akan menceritakan semua ini ke siapa selain disini.
Hmm.. well,
mungkin ini fakta suatu pernikahan dan rumah tangga. Mungkin juga bukan aku
satu-satunya anak yang tidak menginginkan kedua orang tuanya bertengkar.
Mendengar cerita ibuku, sejenak tetesan air mata itu selalu mengalir dan
nafasku mulai tersendak-sendak dan jantungku mulai berdetak sangat kencang
hingga aku harus menghabiskan 2 botol air agar pernafasanku kembali normal.
Perlahan ibuku bercerita, semakin
ricuh rasanya pikiranku dan aku harus menutup telponku dan mulai mencari
bantalku dan termenung. Mungkin saat ini aku butuh seseorang dan sangat
mengharapkan akan ada yang mengerti posisiku dan bahkan ada yang berkata “aku tidak
pernah mengerti bagaimana rasanya, tapi aku harap kamu bersabar karena rasanya
akan segera hilang jika kamu menutup matamu sejenak”, dan aku harus berkata
seperti itu dengan diriku sendiri , karena aku yakin tidak semuanya mengerti
karena jarang ada yang mau perduli namun sekarang aku yang mengerti bahwa
rasanya sulit digambarkan, dan kepercayaan juga sangat sulit untuk aku tebak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar