dia itu sosok yang mungkin semua orang tak akan pernah lupa.
masih ingat aku, ketika kita duduk di bangku kelas 9 E,
aku sering sekali tidur dimeja mu dengan posisi duduk sambil kamu memainkan rambutku hingga rasa kantuk menyelimuti mataku.
haha..
kenangan yang sampai saat ini tak pernah aku lupa.
saat kamu rela menghapus darah mimisan yang keluar dari hidungku menggunakan bajumu,
bahkan mungkin sampai sekrang belum bisa hilang.
kamu juga rela bolos mata pelajaran matematika hanya untuk menemaniku ke UKS saat badanku panas.
hah, mengingat semua itu air mataku terbendung yang ingin tumpah.
masih ada juga cerita saat kita berlari dilorong kelas disore hari sepulang les untuk menghadapi ujian, karena ketakutan akan mitos-mitos hantu yang ada disekolah.
saat itu aku terpeleset karena lantai yang terlalu licin namun kamu mau kembali untuk menarikku.
huft, kamu memang pantas disebut sebagai teman.
namun sekarang aku hanya mampu melihat batu nisan yang ada namamu .
yah, Mutia.. aku ingat selalu namamu.
diamana terakhir aku melihatmu, saat aku berada dirumah sakit terbaring lemas dengan dua infus dikiri kanan tanganku, ku dengar suara kursi roda yang berjalan menuju ruanganku.
saat aku membuka mataku, dengan terkejut aku melihatmu ditempat tidur disamping tempat tidurku dengan infus serta infus yang berisi transfusi darah..
aku sungguh terkaget.. masih aku ingat sampai sekrang.
tapi jalan Tuhan mungkin berbeda, hanya 2 hari kamu bertahan Mutia.
:'(
kamu memang orang yang sellu membuat air mataku jatuh jika melihat orang-orang disekitarku yang tak bisa seperti kamu, berbeda sangat jauh.
aku harap kamu akan tetap bahagia di dunia mu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar