ada yang berkata bahwa setiap manusia itu berbeda,
ada pula yang berkata bahwa kita sama.
lalu sebenarnya?
kita ini berbeda atau sama?
satu sisi kita memang berbeda,
kita berbeda suku, berbeda ras, berbeda keturunan, berbeda sifat, berbeda tingkah laku, akhlak, watak, tingkat pendidikan , dll.
ada diantara kita yang baik, yang jahat, yang miskin, kaya, dan beruntung serta tidak beruntung.
saya makan nasi, begitu juga kamu makan nasi,
saya dapat berbicara dan kamu pun begitu,
saya mampu berfikir, dan kamu juga mampu berfikir,
tapi, kenapa engkau katakan kita beda?
:'(
banyak yang mempermasalahkan kalau kita beda agama dan kita beda suku..
tapi taukah engkau?
karena beda itu kita bersatu,
pernahkah terfikir?
KITA SAMA-SAMA CIPTAAN TUHAN,
yang mungkin hanya lain penyebutannya..
tidak ada diantara agama kita yang mengajarkan untuk saling membunuh, saling mencuri, melainkan kita dianjurkan untuk SALING MENGHARGAI!
bukan karena kita membutuhkan bantuan, melainkan kita memiliki perasaan!
saya yakin, suatu saat saya pasti akan membutuhkan bantuan dari suku MU.
dan suatu saat pula suku MU pasti akan membutuhkan bantuan suku KAMI!
APA SULIT UNTUK HIDUP BERSAMA?
kalau sulit, mengapa Tuhan menciptakan kita berbeda?
Tidak, Tuhan tidak salah.
Ia menciptakan kita berbeda karena mau kita beragam untuk hidup bersama dan menghilangkan kata perbedaan.
berbicara masalah perbedaan, aku teringat akan saudara-saudara ku di sana :'(
menangis, berdiam dan tertekan batin karena melihat ulah orang-orang yang tidak menghargai perbedaan.
puing-puing yang berantakan menjadi tambahan duka yang mendalam bagi saudra dan keluarga-keluarga ku.
MERASA BERSALAHKAH ENGKAU? :'(
apa yang kami tanamkan selama ini sebgai rasa sabar dan tak mau membalas dendam begini akhirnya?
:'(
kami merasa terancam...
dan memikirkan seribu kali untuk membangun sebutir penghasilan di negeri MU.
tapi tolong, ingat lah, bahwa kita BERSAUDARA!
kita sama-sama orang INDONESIA..
dengan berbagai pulau dan provinsi.
tapi kami juga tetap ANAK INDONEISA.
jika tak ada rasa pedih di hati MU, berarti kami tak pantas menganggap engkau memiliki rasa persaudaraan.
kami terima yang engkau lakukan,
kami ikhlas menerima dan membereskan puing-puing yang kau berantakkan..
dan kami sabar menunggu adanya Tuhan angkat bicara akan semua ini.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar